Monday, January 9, 2012

Dongeng Aesop: Tikus Kota dan Tikus Desa







Seekor tikus kota suatu saat mengunjungi kerabatnya yang tinggal di desa. Untuk makan siang, tikus desa menyajikan tangkai gandum, akar-akaran, dan biji-bijian, dengan sedikit air dingin untuk diminum. Tikus kota makan sangat hemat, menggigit ini sedikit dan itu sedikit, dari sikapnya terlihat jelas bahwa ia makan hanya untuk bersikap sopan.


Tikus Desa menjamu Tikus KotaSetelah makan tikus kota berbicara tentang hidupnya di kota sedangkan tikus desa mendengarkan. Mereka kemudian berisitrahat di sebuah sarang di pagar tanaman dan tidur dengan tenang dan nyaman sampai pagi. Dalam tidurnya tikus desa bermimpi dengan semua kemewahan dan kesenangan kehidupan kota yang diceritakan oleh tikus kota. Jadi keesokan harinya ketika tikus kota meminta tikus desa untuk mencoba hidup di kota, ia dengan senang hati mengiyakan.


Tikus Kota dan Tikus Desa
Ketika mereka sampai di rumah di mana tikus kota tinggal, mereka menemukan di meja ruang makan, terhampar sisa-sisa dari pesta yang sangat mewah. Ada daging manis dan enak, kue kering, keju lezat, memang, makanan yang paling menggiurkan yang bisa dibayangkan seekor tikus. Tapi ketika tikus desa hendak menggigit sedikit remah kue, ia mendengar Kucing mengeong dengan keras dan mencakar di pintu. Dalam ketakutan yang sangat besar, kedua tikus bergegas lari ke tempat persembunyian, dimana mereka berbaring diam untuk waktu yang lama, dengan jantung berdebar kencang, hampir tidak berani bernapas. Ketika akhirnya mereka berani kembali ke meja, tiba-tiba pintu terbuka dan muncul pelayan untuk membersihkan meja, diikuti oleh Anjing penjaga rumah.
Sejurus kemudian, tikus desa mengambil tas dan payungnya, keluar dari sarang tikus kota dan berkata, “Kamu mungkin bisa makan enak dan lezat disini sementara saya tidak, tapi saya lebih suka makanan sederhana dan hidup aman tanpa ketakutan di desa.”


Moral dari kisah ini: Kemiskinan dengan keamanan yang lebih baik daripada kaya di tengah-tengah ketakutan dan ketidakpastian.

Kisah ini adalah bagian dari Seri Dongeng Aesop
Aesop adalah seorang pendongeng yang konon hidup 600 tahun sebelum Masehi. Dongeng-dongengnya selalu mengajarkan kebaikan atau kebijakan untuk manusia.

source: erabaru.net

Kisah Hans and Gretel


Di sebuah desa pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga bahagia. Mereka mempunyai dua orang anak yang manis, namanya Hans dan Gretel. Suatu ketika Ibu tercinta meninggal karena sakit. Sejak kematian sang Ibu, mereka selalu bersedih sepanjang hari.

Agar mereka tidak bersedih, kemudian Ayah mengambil Ibu baru untuk menghIbur mereka. Ternyata Ibu baru ini sangat jahat dan memperlakukan mereka dengan buruk. Dari pagi hingga petang mereka disuruh terus bekerja dan hanya diberi makan satu kali.

Musim kemarau pun tiba, dan mereka tidak mempunyai makanan apa-apa. Sang Ibu menyuruh anak-anak untuk dibawa ke hutan dan meninggalkannya di sana.

Ayah sangat terkejut mendengarnya " Bicara apa kau, apa kau ingin anak-anak mati ?! "
" Kau ini memang bodoh, kalau kita tidak melakukannya, kita semua akan mati !"

Sementara itu dari balik kamar , Hans dan Gretel mendengarkan pembicaraan mereka. Mereka ketakutan dan Gretel pun menangis.
Akhirnya Ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya terus mendesaknya.
"Ah... apa kita akan mati di hutan ?! "
" Ssst.., aku punya ide bagus, " ucap Hans. Lalu ia keluar rumah dan mengumpulkan batu-batu kecil putih yang bila terkena cahaya bulan, akan bersinar.

Pada esok paginya dengan berteriak keras, Ibunya membangunkan Hans dan Gretel. Sebelum berangkat ia memberikan sepotong roti kepada mereka. Setelah itu semua berangkat menuju hutan.

Sambil berjalan Hans membuang batu kecil putih satu per satu yang ada dalam kantongnya.
Karena berjalan sambil menoleh ke belakang, Ayah menjadi curiga.
" Sedang apa, Hans ? "
" Aku sedang memandang kucing yang ada di atas rumah," jawab Hans berbohong. Lalu tibalah mereka di tengah hutan.

Ayah dan Ibunya pergi ke hutan yang lebih jauh lagi untuk menebang kayu dan meninggalkan mereka.
Rasa sedihpun berganti gembira setelah di tengah hutan Hans menemukan seekor kupu-kupu dan Gretel membuat kalung dari bunga. Mereka sangat gembira karena bisa bermain-main bersama teman baru mereka seperti kelinci, bajing dan burung-burung kecil.

Tanpa terasa waktu berlalu, mataharipun mulai tenggelam dan hari mulai gelap. Suara burung-burung yang indah kini berganti dengan suara angin yang berdesir.

Gretel menangis tersedu-sedu karena takut. Hans berkata menenangkan, "Jangan menangis, jika cahaya bulan muncul, kita pasti akan pulang dengan selamat ".

Tak lama kemudian, dari sela-sela pohon muncullah cahaya bulan yang bersinar dengan terang. Hans segera mengajak Gretel untuk pulang ke rumah.

Hans memegang tangan Gretel dan menyusuri jalan di hutan tanpa ragu-ragu.

" Kak, kok bisa berjalan tanpa bingung di hutan yang gelap begini?"
"Oh... batu kecil putih yang kujatuhkan ketika kita datang, bersinar karena kena sinar bulan dan itu akan menolong kita pulang ke rumah."

Tibalah mereka di rumah, sang Ibu heran melihatnya dan mencari tahu bagaimana mereka bisa sampai di rumah dengan mudah. Ketika ia membuka pintu, ia melihat batu kecil putih yang bersinar. Agar mereka tidak bisa mengumpulkan batu putih itu lagi, Ibu mengunci pintu kamar mereka. Hans dan Gretel menjadi panik karenanya.
Sebelum tidur mereka berdoa pada Tuhan, meminta perlindungan.

Keesokan harinya seperti kemarin, Ibu membangunkan mereka dan membawa mereka ke hutan. Hans tidak kehabisan akal. Dengan terpaksa ia mencuil-cuil potongan roti dan menjatuhkannya di jalan sambil berjalan.

Tapi malang, jejak yang sudah dIbuatnya susah payah dimakan oleh burung-burung kecil. Sampailah mereka di dalam hutan. Kembali Ayah dan Ibunya meninggalkan mereka dan masuk ke hutan yang lebih jauh.
Merekapun bermain-main dengan binatang-binatang di dalam hutan.

Akhirnya malampun tiba. Ketika cahaya bulan mulai bersinar mereka beranjak pulang. Dengan susah payah dicarinya potongan-potongan roti sebagai petunjuk jalan untuk pulang ke rumah.
" Kak, apa yang telah terjadi dengan potongan-potongan roti itu ?" teriak Gretel cemas.
" Mungkin dimakan oleh burung -burung kecil "
" Uhh.., kalau begitu kita tidak bisa pulang ke rumah."

Di dalam hutan bergema suara lolongan keras. Mereka berdua amat ketakutan. "Kak, aku takut, kita akan mati !" Gretel mulai menangis.
" Jangan khawatir dik, Ibu yang ada di surga pasti menolong kita."

Karena lelah, mereka akhirnya tertidur dengan pulas di bawah pohon. Cahaya matahari pun mulai bersinar dan mengenai wajah mereka. Hans dan Gretel terbangun dan disambut suara kicauan burung.

Tiba-tiba mereka mencium bau masakan yang lezat. Segera mereka berlari ke arah datangnya bau lezat itu. Seperti mimpi mereka melihat rumah kue, atapnya terbuat dari tart, pintunya dari coklat, dan dindingnya dari biskuit.

Cepat-cepat mereka mendekati rumah itu dan memakannya.
Tiba-tiba terdengar suara keras yang bergetar.

"Siapa itu, berani memakan rumah kue kesayanganku ?", muncullah seorang nenek sihir tua dengan wajah menyeramkan serta mata merah yang bersinar, lalu menangkap mereka berdua.
" Hi... Hi.... Hi.... anak-anak yang lezat, sebagai hukuman karena telah memakan rumput kue kesukaanku, aku akan memakan kalian ."
Dengan kasar nenek sihir itu menyeret Hans masuk ke dalam penjara. Setelah itu ia berkata kepada Gretel,
"Mula-mula aku akan menggemukkan anak laki-laki itu, lalu aku akan memakannya. "
"Sekarang kau buat makanan yang enak biar makannya banyak ! "

Nenek sihir itu sudah tua sekali dan matanya mulai rabun. Pada saat itu Hans dan Gretel saling berpegangan tangan memberi semangat supaya mereka tabah.
" Tabahlah Gretel, Ibu yang ada di surga pasti melindungi kita ".

Suatu hari nenek mendekati penjara Hans untuk melihat apakah tubuh Hans sudah menjadi gemuk atau belum.
"Aku lapar, sudah seberapa gemuk tubuhmu, ayo ulurkan tanganmu ! "
Hans yang pintar tidak kehilangan akal, ia mengetahui kalau mata nenek sudah rabun segera dikeluarkannya tulang sisa makanan kepada nenek yang rabun lalu nenek memegangnya.

Betapa kecewanya nenek karena sedikitpun Hans tidak bertambah gemuk. Karena kecewa lalu ia bermaksud untuk memakan Gretel. Kemudian Gretel disuruh membakar roti.
Selagi Gretel menyalakan api di tungku, si nenek mencoba mendorongnya ke nyala api.

Untunglah Gretel mengetahui maksud nenek, cepat-cepat ia berbalik pergi ke depan tungku.
"Nek, aku tidak bisa membuka tutup tungku ini ."
Nenek sihir tidak sadar kalau ia sedang diperdaya Gretel dan ia membuka tutup tungku.

Tanpa membuang kesempatan, Gretel mendorong nenek ke tungku.
"Ahh... tolong.... panas ! " teriak nenek kesakitan. Gretel tidak memperdulikan teriakan nenek malah dengan cepat ia menutup pintu tungku, lalu berlari ke arah penjara untuk menolong Hans.
"Gretel, kau berhasil. Ibu yang di surga telah melindungi kita." Karena bahagia mereka berpelukan.

Ketika akan pergi dari rumah kue tanpa sengaja mereka menemukan banyak harta karun. Setelah itu mereka keluar rumah, tetapi malang jalan itu terpotong oleh sungai besar.

Mereka menjadi bingung. Saat itu entah dari mana datangnya tiba-tiba muncul seekor angsa cantik.
" Ayo, naiklah ke punggungku, " ucap angsa itu ramah. Satu per satu angsa itu mengantarkan mereka menyeberang sungai.

Setelah sampai, angsa itu menunjuk-kan jalan bagi mereka berdua dari atas langit. Sampailah mereka di batas hutan.
Tanpa mereka ketahui sebenarnya angsa itu adalah Ibu mereka yang ada di surga. Angsa itu kemudian menghilang. Setelah itu muncullah Ayah mereka yang sangat cemas.
"Anak-anakku tersayang, maafkanlah Ayah. Ayah tidak akan meninggalkan kalian lagi ".

Lalu Ayah menceritakan kepada mereka bahwa Ibu tiri yang jahat sudah meninggal karena sakit. Akhirnya mereka pun hidup bahagia selamanya.

Sunday, January 8, 2012

Get fun with play doh

Secara sekarang aku beralih profesi dari staf kantoran ke 'teacher at home', so ini lagi rajin-rajinnya aku browsing ide di internet buat diajarkan ke Vino. Dengan cara yang fun tentunya.
Supaya dia nggak lari-lari, aku coba kasi play doh atau bahasa indo-nya 'malam' ^^
Fun with play doh


Robot-made by mama
Survey penyu
Cars-made by papa
Penyu made by papa

Bahan:

Kertas koran atau yang lain untuk alas
Cetakan kue
Play Doh

Vino senang play doh bikinan papanya. Dia sendiri masih belajar bikin bentuk bola sama bentuk panjang kayak cacing. Dan main wadahnya yang warna warni.

Bentuk-bentuk aktivitas dengan play doh ini banyak dan bervariasi.
  • Belajar bentuk. Anak bisa diajak untuk membuat dan menyortir bentuk besar dan kecil atau membuat berbagai bentuk dengan cetakan.
  • Belajar mengenai warna. Melalui permainan ini bisa dikenalkan warna-warna dasar kepada anak, dan dan apa yang terjadi jika warna yang berbeda dicampur, misalnya biru dicampur dengan kuning jadi hijau, merah dengan kuning jadi orange, dll. Alternatif lain anak bisa diajak untuk mengelompokkan warna dan membuat pola.
  • Membentuk dan Mencium. Tambahkan aroma dari bahan pembuat kue misalnya, vanilla, jeruk, mint, strawberry dll), aroma bunga-bungaan atau rempah-rempah bubuk dari kayu manis, kulit jeruk dll pada adonan play-doh anda. Mintalah anak-anak menjelaskan bau yang mereka cium pada play-doh. Misalnya, “Yuk buat gajah dengan aroma jeruk... Coba, yang mana adonan berbau jeruk?” “Yang ini berbau kayu manis, menurut kamu bau kayu manis ini seperti apa?” 
  • Membuat tekstur: Gunakan apa saja untuk menciptakan permukaan dengan  tekstur unik, garpu, tusuk gigi, kancing, kulit kerang. 
  • Memotong. Anak-anak dapat belajar menggunakan gunting. Memotong kertas mungkin agak sulit karena anak sulit memegang dan memotong kertas. Tipiskan play doh dengan gilingan kue. Berikan gunting yang aman untuk anak. Play doh baik untuk belajar menggunting sebagai pengganti kertas.


Bermain play doh ini selain menyenangkan juga bisa melatih kemampuan motorik anak karena meningkatkan kekuatan tangan, jari-jari dan pergelangan, yang dapat mendukung kemampuan handwriting mereka kelak. Selain itu penelitian juga menunjukkan bahwa menggunakan tangan dan jari mensimulasi otak dan meningkatkan jumlah koneksi neural di otak. Jadi anak tidak hanya membentuk hewan atau makanan  dari play-doh, ia juga membentuk otaknya.

Manfaat-manfaat lain yang didapat:
Kemampuan sensorik
Salah satu cara anak untuk mengenal sesuatu yaitu melalui sentuhan. Dengan bermain play dough mereka belajar tentang tekstur, serta bagaimana menciptakan sesuatu.

Kemampuan berfikir

Bermain play doh bisa mengasah kemampuan berfikir anak. Latihlah dia dengan memeberikan contoh bagaimana bermain dan menciptakan sesuatu dengan play doh.

Self Esteem

Permainan play doh adalah permainan yang tanpa aturan sehingga berguna untuk mengembangkan kemampuan imajinasi dan kreatifitas anak. Dengan bermain play doh dapat meningkatkan rasa ingin tahu si kecil, sekaligus mengajarkannya tentang problem solving yang berguna untuk meningkatkan self esteemnya, tidak ada istilah salah atau benar dalam menciptakan berbagai  bentuk dengan play doh.

Kemampuan berbahasa
Meremas, berguling, membuat bola, dan berputar adalah beberapa kata yang akan sering didengar anak anda saat bermain play dough. Gunakan kata-kata untuk mendeskripsikan kegiatan anda bermain play dough. Atau jika perlu berilah nama untuk setiap bentuk yang anda buat dari play doh.

Kemampuan sosial
Selain bermain dengan anda, berilah kesempatan pada sikecil untuk bermain play doh dengan teman-temannya. Dengan bermain bersama, si kecil punya kesempatan untuk menjalin interaksi yang akrab dengan teman-temannya. Seorang anak pada dasarnya berfikiran self center, namun dengan melakukan aktifitas bermain bersama tersebut, maka anak-anak akan belajar bahwa bermain bersama juga sangat menyenangkan.



Anda dapat membuat Play-Doh sendiri.


**Sebenarnya, kita bisa membuat play doh sendiri (aku lagi males aja bikinnya, jadi cari yang sudah jadi hehe).

Bahan-bahan murah dan mudah didapat.  Anda dapat membuatnya kapan saja anda mau.

Bahan yang diperlukan:

  • 1 gelas tepung terigu
  • ½ gelas garam
  • ½ gelas air
  • Pewarna makanan secukupnya
  • Aroma makanan bubuk atau pasta (jeruk, vanilla, strawberry, kayu manis dll.)

Cara membuat:



  1. Campur tepung terigu, garam dan air.
  2. Pulung-pulung hingga adonan kalis (tidak lengket).
  3. Teteskan pewarna makanan sesuai keinginan dan pulung lagi hingga tercampur rata. Anda dapat menambahkan glitter sehingga Play-Doh berkelap-kelip. Tambahkan aroma agar Play-Doh anda wangi dan menyenangkan anak-anak.
  4. Play-Doh anda siap dalam waktu 15 menit. Mudah sekali, bukan?

Simpan Play-Doh dalam wadah yang tertutup rapat atau kantong plastik dan diikat kemudian masukkan dalam kulkas sehingga tidak cepat mengeras. Bila Play-Doh terasa lengket, tambahkan sedikit tepung terigu.

So, it's fun isn't it?? ^o^

source: dari berbagai sumber

Saturday, January 7, 2012

Lipan yang Tamak

Sebenarnya dahulu lipan kakinya hanya empat, dapat berlari dan melompat dengan cepat, setiap hari menangkap serangga sebagai makanannya, walaupun agak susah, tetapi cukup mengenyangkan perutnya.

Tetapi ketika dia melihat para serangga kebanyakan mempunyai 6 buah kaki, sedangkan dirinya sendiri hanya mempunyai 4 buah kaki, dia sangat tidak puas. Oleh sebab itu dia berdoa memohon kepada Tuhan, “Tuhan, tolong kasih saya lebih banyak kaki lagi, dengan demikian saya bisa berlari lebih cepat daripada para serangga, bisa melompat lebih jauh, sehingga bisa hidup lebih nyaman lagi.”
Tuhan menambahkan 4 buah kaki lagi untuknya, sekarang dia sudah memiliki 8 buah kaki, setelah memiliki 8 buah kaki dia dapat berlari dengan sangat cepat, melompat lebih jauh, sehingga dia dapat menangkap lebih banyak serangga lagi .

Didalam hatinya lipan berpikir, “Dengan 8 buah kaki saja sudah dapat menambah banyak manfaat kepada saya, jika saya bisa lebih banyak kaki lagi, maka saya akan……”
Oleh sebab itu, siang dan malam dia mulai berdoa lagi memohon kepada Tuhan. Tuhan lalu berkata kepadanya, “8 buah kaki sudah sangat bagus, laba-laba juga mempunyai 8 buah kaki, saya rasa engkau jangan menambah kaki lagi!”
Lipan berkata, “Laba-laba mempunyai 8 buah kaki, tetapi dia bisa membuat sarang, sehingga mendapatkan banyak serangga. Saya walaupun mempunyai 8 buah kaki, tetapi tidak bisa membuat sarang, oleh sebab itu serangga yang dapat saya tangkap jauh lebih sedikit daripada laba-laba, ini tidak adil, saya menginginkan lebih banyak kaki, lebih banyak lebih bagus!”
Akhirnya Tuhan menambah lipan 17 buah kaki lagi, asalnya dia sudah mempunyai 4 buah kaki, jadi sekarang dia memiliki 21 buah kaki. Begitu  banyak kaki, saling menghalangi, menjadi beban berat bagi lipan, sehingga dia tidak bisa berlari dan melompat dengan cepat lagi seperti ketika dia mempunyai 4 buah kaki, dia mulai menyesal, oleh sebab itu dia siang malam berdoa memohon Tuhan hanya memberi dia 4 buah atau 8 buah kaki saja.
Laba-laba setelah mendengar lipan dengan susah payah berdoa memohon kepada Tuhan berkata, “Siapa suruh engkau demikian tamak,  sekarang, engkau menjadi seperti ini, Tuhan juga tidak dapat menolongmu lagi!”

source: erabaru.net

Friday, January 6, 2012

Mengapa Anjing Benci Kucing?

Oleh :  

Suatu hari, anjing dan kucing sedang berjalan jalan di teoi hutan.
Sedang asyik mereka berjalan jalan, tiba tiba mereka melihat seekor monyet yang sedang memanjat sebuah pohon.
Si Anjing berkata “guk…guk..guk……..lihat lah, betapa lincahnya monyet itu memanjatpohon! Aku ingin sekali bisa memanjat seperti dia!”.
Si kucing dengan heran memandang kepada anjing seraya berkata “ meong …meong….
xi…xii… Mana mungkin kamu bisa memanjat pohon. Kamu kan tidak punya cakar yang kuat!
Kita berdua ini, sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk hanya bisa berjalan di atas tanah”

Merekapun kemudian bersepakat untuk meminta kepada Tuhan agar diberikan cakar yang kuat sehingga bisa memanjat seperti monyet. Tapi karena Tuhan hanya bisa memberikan kekuatan kepada salah satu diantara mereka, akhirnya anjing dan kucing sepakat untuk berlomba lari secepat mungkin ke rumah Tuhan.

“Hai kucing…saya tantang kamu untuk lomba lari ke rumah Tuhan besok pagi. Siapa yang lebih duluan sampai, maka dialah yang bisa diberi kekuatan cakar utk memanjat pohon” Anjing merasa dirinya yang akan lebih cepat sampai ke rumah Tuhan, karena larinya lebih kencang dari si kucing.
Karena kucing ingin bisa memanjat pohon, maka dia menerima tantangan tersebut. “meong …..meong…heemmm siapa takut! , aku terima tantanganmu. Besok tepat pukul 6 pagi kita mulai lombanya”

Nah… si anjing ternyata mempunyai sebuah rencana yang hebat agar dia bisa menjadi juara dalam lomba tersebut. Dia tahu bahwa si kucing suka dengan semangkuk susu. Maka dia berencana akan menaruh mangkuk susu di tepi jalan menuju rumah Tuhan.

“Aku akan meletakkan mangkuk susu yang lezat ini di tepi jalan, sehingga si kucing akan
berhenti untuk meminum susu ini…hemmm yummy sekali susu ini! Pasti si kucing akan suka dan lupa dengan lomba lari ke rumah Tuhan. He…he…he…”
Namun si kucing ternyata juga memiliki sebuah rencana yang tak kalah hebat dengan si anjing. Dia tahu kalo anjing suka sekali dengan tulang. Maka di kucing juga akan meletakkan sebatang tulang yang sangat lesat di tepi jalan.

Malam harinya, si kucing mulai menjalankan aksinya.“meong…. aku letakkan di sini saja
tulang ini. Besok pasti si anjing akan memakan tulang ini dengan asyikya.” Setelah
meletakkan tulang, maka si kucing pulang ke rumah dan tidur. Sebelum tidur, tak lupa dia menyetel alarm agar tidak terlambat bangun pada pukul 6 pagi.
Sementara itu di tempat lain, si anjing juga sedang meletakkan semangkuk susu di tepi jalan. “guk..guk.. aku letakkan saja di sini susu yang sangat lesat ini, besok pasti si kucing akan berhenti dan minum susu yang sangat lesaaatt ini.” Lalu si anjing pulang kerumahnya. Tetapi sesampainya di rumah, si anjing tidak langsung tidur. Tapi dia malah nonton teve sampai tengah malam.

Pagi harinya si kucing terbangun karena alarmnya berbunyi. “ kring..kring………./kring..kring…….
/kring..kring….. “ huamm … “oh…. rupanya sudah pagi ya! “ Aku sarapan dulu pagi ini dengan semangkuk susu yang sangat lesaat…” Dengan lahap si kucing mulai meminum susu tersebut…………”slurp…slurp…. “ si kucing meminum susu tersebut sampai habis! Dan kemudian menuju ke tempat lomba lari.

Sementara itu, si anjing masih tertidur dengan pulasnya karena menonton tv sampai larut malam. Suara ngorok “ ngoookkk…ngooook..ngrokk….! Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan si anjing masih belum bangun dari tidurnya.
“Tok…tok…..tok…. 2x“ Hey..bangun…! bangun..! bangun..! hari sudah siang dan waktunya untuk lomba lari” Teriak si kucing membangunkan anjing. Karena kaget, si anjing pun terbangun . Sambil mengusap matanya yang masih merah dia berkata” Wah…. saya telat bangun rupanya!” kata anjing.
“Iya.. ayo kita segera mulai perlombaan lari menuju rumah Tuhan . Merekapun berdua segera menuju ke lapangan tempat perlombaan. Di sana sudah banyak binatang-binatang lain yang menunggu perlombaan tersebut.
Kita hitung sama-sama… satu…dua ….tiga…..
Anjing dan kucing segera berlari secepatnya menuju ke rumah Tuhan. Namun ketika sedang berlari, si kucing melihat semangkuk susu yang sangat lesat di tepi jalan. “wow…apaan tuh!!… sepertinya susu itu sangat enak dan lesat untuk diminum!” Tapi karena dia sudah sarapan tadi pagi, maka dia terus berlari tanpa memperdulikan semangkuk susu tersebut.

Sedangkan si anjing, dia langsung berhenti ketika melihat sebuah tulang di tepi jalan. “ guk..guk..guk… wah… ada tulang yang sangat lesat tuh! Sayang kalo tidak dimakan!” Si anjing berhenti lari dan mulai makan tulang tersebut dengan asyiknya.
Akhirnya si kucing berhasil sampai terlebih dahulu di rumah Tuhan. Lalu Tuhan memberikan kekuatan cakar yang hebat sehingga si kucing bisa memanjat pohon seperti si monyet. Sedangkan si anjing yang masih asyik dengan tulangnya tidak dapat menyelesaikan lomba dan Tuhan tidak memberikan kekuatan seperti yang dimiliki oleh si kucing.


Nah hal itulah yang membuat sampai sekarang anjing dan kucing tidak pernah rukun, karena si anjing merasa ditipu oleh siasat si kucing.

source : indonesiabercerita.org

Book lover

Waktu masih kecil dulu, papi tiap malam mesti mendongeng buat aku dan cece sebelum kami tidur. 
Sering kali ceritanya soal the famous "Journey to the West", yaitu perjalanan pendeta Tong Sam Cong dan murid-muridnya ke barat untuk mencari kitab suci. Or cerita Cina klasik, Shih Jin Koei.
Koleksi bukunya 2-3 lemari besar. Dari buku kuno, cerita silat, buku-buku bahasa Belanda, buku otobiografi, tentang agama, tentang budaya, intisari, dll..wah kayak toko buku deh.

Kecintaan papi pada buku menulari kami juga.
Koleksi buku kita banyak juga. Donal Bebek dan Bobo dari yang sampul juelek seperti kertas buram, sampai yang sudah bagus. Yakari, Lucky Luke, Asterix & Obelix, Tintin (sekarang harga sudadh membumbung tinggi...hiks). Dongeng H.C Anderson juga ada.
Dikasi seabreg buku (warisan, tepatnya) sama saudara. Ada buku cerita sebangsa Gulliver, Wild Wild West, sampai ke buku kecil-kecil tentang dongeng cerita rakyat (I dunno where they are now huhuhuuuu.... Sama papi disimpan di gudang...which is kayak hutan saja).
Sebelum tidur, pasti aku sempatkan untuk membaca.

Kecintaan membaca buku ini membuat aku lebih suka beli buku daripada beli fashion items (tapi bukan berarti aku gak pernah beli barang2 fashion lho).
Kadang kan teman-teman kantor ribet soal mau beli baju lah, sepatu, tas atau lainnya....aku lebih suka pakai 1 barang sampai rusak/jelek. Uangnya lebih baik aku beliin buku aja hehe :)

Seperti pepatah, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Like father like daughter.
Like mother like son :D
So, aku juga mau menularkan cinta buku ini kepada Vino

Dari waktu dia umur beberapa bulan, sering aku ceritai..apalagi saat menyusui.
Selain katanya untuk stimulasi otak, tujuanku seperti tadi yang aku bilang. Eh, ternyata agak besar gini perbendaharaan katanya banyak. Doyan ngoceh hehehe. Dan suka didongengi atau liat-liat buku.

So, aku semakin rajin cari ide cerita di internet buat bahan dongeng. Untuk merangsang daya imaginasinya juga. Beberapa postingan cerita di sini adalah beberapa bahan yang aku pakai buat dongeng. Selain untuk share ke teman-teman, juga supaya memudahkan aku untuk cari lagi kalau-kalau lupa. Banyak sekali bahan untuk cerita, apalagi dengan adanya web indonesiabercerita.org, dimana selain cerita dalam bentuk blog, teman-teman bisa men-download podcast (cerita versi audio dalam format mp3).
Semua orang bisa jadi pencerita.
Ayo mendongeng buat anak Anda :)

Wednesday, January 4, 2012

Ayam Kung Pao

Bahan

1 sdt minyak untuk menumis
2 potong dada ayam tanpa tulang, potong-potong (buat Vino aku pakai kira-kira 2 sendok makan daging ayam giling)
6 cabai kering, belah 2 memanjang (untuk konsumsi anak, tidak aku pakai)
3 iris jahe
1/2 bawang bombay, potong agak besar (potong kecil supaya anak tidak susah mengunyahnya)
4 siung bawang putih, memarkan. Cincang (buat Vino aku pakai 1 siung yang besar)
30 gr kacang tanah sangrai (aku pakai takaran kira-kira untuk 1x makan saja). Kacang tanah ini aku haluskan supaya lebih gampang dimakan.

Bumbu perendam
1/2 sdt cuka
1/2 sdt jahe parut
1/4 sdt tepung maizena
1/2 sdt gula pasir
1 sdt kecap asin

Bahan saos (aduk rata)
1 sdm kecap asin
1 sdt cuka
1 sdt tepung maizena
1/2 sdt minyak wijen
50 ml air
(aku tambahkan gula secukupnya)

Cara
Rendam ayam dalam saos perendam +- 30 menit lalu tiriskan
Tumis jahe sampai harum, cabai(optional), bawang putih, bawang bombay. Setelah harum masukkan ayam. Aduk rata
Tuang saos ke tumisan ayam. Aduk sebentar lalu angkat.
Sajikan dengan taburan kacang tanah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...