Sunday, April 22, 2012

(Calon) Mommies...GO ASI

Akhir-akhir ini sering mendapat sharing mengenai kehamilan dan balita. 
Masing-masing mempunyai suka dukanya sendiri.

Sesudah resign dari kantor lama, ternyata aku bisa juga menjalin pertemanan di pekerjaan baruku. 
Sifatnya yang online memungkinkan dapat teman dari Jakarta, Bandung atau luar pulau sekalipun. 
Ternyata teman-teman baru ini banyak juga yang sedang expecting baby. Ada yang istrinya tinggal berjauhan dan sedang hamil 5 bulan, ada teman yang sedang mengalami morning sick. Ada juga yang sudah masuk usia kandungan 7 bulan...bahkan ada yang usia kandungan 6 bulan, tapi dapat berkah ke Stockholm GRATIS!! Siapa yang menolak coba :)

Selain mereka, ada juga famili dekat yang baru mulai  hamil, dan lucunya...dia lagi alergi sama suaminya dan sama rumahnya. Ya lucu bagi orang luar, tapi tentunya tidak bagi yang mengalami. Jadi dia sedapat mungkin di rumah ga ngeliat suaminya. Kalau liat, bisa langsung eneg. Masuk rumah juga ga suka. Lihat pagar rumah aja sudah ilfill. Jadi kalau di rumahnya, ga bisa makan dan minum sama sekali sampai lemas. Even her favourite foods. Tapiii....kalau sudah pulang ke rumah ortu...hilang tuh segala gejala yang aneh2...mau makan minum...Yeah...aku rasa ini soal psikologis. Semoga selewat 3 bulan gak gitu lagi...hehehe...

Dari calon ortu baru ini, ada yang merasa khawatir, bisa gak ya dia menyusui...atau...gimana rasanya melahirkan? Takut sama rasa sakitnya. Takut kalau ASI gak keluar. Yah, pikiran-pikiran seperti itu normal bagi calon ortu baru...terutama calon ibu. Akupun pernah mengalaminya...tapi aku berusaha positif thinking dan gak terlalu mikiri soal2 itu. 

Aku mencoba kasi semangat ke mereka . kasi beberapa tips dan sharing pengalamanku tanpa bermaksud menggurui. Dan yang tak kalah penting...sebisa mungkin babynya nanti minum ASI. GO GO GO ASI!!! hehehe...Kalau bisa lulus S1 (6 bulan pertama), S2 (1tahun) kalau perlu S3 (2 tahun) sekalian :) 
Puji Tuhan Vino bisa lulus S3...even badan kecil tapi teramat sangat jarang sakit dan anaknya cerdas. Tapi tentunya pakai perjuangan. 


Mengingat ke belakang, baru sadar kalau Vino bisa lulus S3 lho. 
Dari baru lahir...jadi mom yang bodo, sampai gendong anak aja gak becus, menyusui gak bisa (syukur produksi asi lancar), lack of knowlede soal asi sehingga sempat kena sufor 3-4 bulan. Perjuangan belajar menyusui sampai 1 bulan awal serasa hidup di kamar saja, pumping di kantor dan kejar tayang demi bisa supply asi terus meski Vino aku tinggal kerja. Puji Tuhan juga ada teman seperjuangan di kantor walaupun silih berganti (yang paling awet si Fenti...miss u Fen ^^)...pernah juga ngalamin penyumbatan dan PD keras gara2 telat dikeluarkan asinya...waduh...sakit ampun-ampun.

Eniwei....buat teman-temanku yang sedang expecting baby...jangan menyerah mengusahakan ASI untuk calon anak kalian ya. Tidak mudah memang, apalagi buat working mom...but nothing is impossible :)

Tips (ini dari pengalamanku ya):
  • Kalau bisa ikutlah senam hamil waktu usia kandungan memulai masuk 6 atau 7 bulan. Di situ akan dapat banyak sekali pelajaran yang berguna, apalagi waktu hari H. 
  • Kapan harus berangkat ke RS?? Tips dari dokterku
  1. Kita (bumil) yang menentukan. Bukan ortu, bukan suami atau orang lain. Karena yang hamil kita kan?
  2. Kalau ketuban pecah, segera ke RS
  3. Kalau masih keluar flek, tenang saja selama belum kontraksi 5 menit sekali. Kalau kepagian ke RS bisa tambah stress (masih ingat soal ini, jumat malam mulai ngeflek tapi belum kerasa sakit sama sekali. Sabtu masih ngantor buat nitip kerjaan...masih nyetir sendiri, dari kantor dianterin teman yang kuatir dan masih sempat mampir toko bayi buat beli beberapa keperluan trus siangnya masih sempat ngajak teman jalan ke mall buat makan KFC..ceritanya ngidam.com wkwkwkwk)
  • Perbanyak konsumsi sayur dan kacang-kacangan
  • Mulai pijat payudara setelah mandi (bisa dengan baby oil). Tangan digenggam, kemudian pijat dengan gerakan melingkar ke arah areola (bagian yang gelap di sekitar puting). Untuk yang mempunya puting adatar, bisa juga pijat lalu puting ditarik2 supaya agak keluar.
  • PERCAYA DIRI kalau asi akan keluar dan BISA menyusui. Karena mindset juga mempengaruhi banyak sedikitnya produksi asi.
  • Buat working mom, siapkan botol UC dan tutup plastik untuk menampung stock ASI. Tutup plastiknya bisa dari tutup soda semacam coca cola, sprite or sejenisnya. Lebih bagus lagi kalau bisa beli di luar. Bumil jangan banyak2 minum minuman bersoda. Idealnya sediakan waktu untuk pumping at least 1 bulan sebelum cuti melahirkan berakhir. 
  • Kalau tertarik untuk mengikuti kelas soal asi, bisa visit web www.aimi-asi.org.
  • Kalaupun nantinya mengalami kesulitan soal pemberian asi, jangan langsung memberi sufor. Sedapat mungkin cari info ke konselor laktasi (kalau akses memungkinkan, terutama di kota-kota besar), atau kalau nggak coba join milis asiforbaby di yahoogroups.
Sebenarnya banyak tips lain soal asi tapi akan terlalu panjang kalau dibahas di sini. 
Good luck buat para calon ortu. Para ayah...dukung istri tercinta dengan jadi breasfeeding father ya :) 
Setiap orang tidak sama kondisinya, tapi jangan putus asa...tetap berusaha...pasti bisa demi anak tercinta.

God Speed.

Tuesday, April 17, 2012

Activity: Pairing and Sorting

Vino dan kaos kakinya





Kali ini main mencari pasangan kaos kaki ^^
Idenya dari Bert, tokoh di Sesame Street. Bert suka main cari pasangan kaos kaki. 
Waktu lalu sudah pernah aku coba, tapi Vino lebih tertarikj buat tebak-tebakan gambar kaos kakinya. 
Kali ini, waktu dia mau main jepitan coba aku tawarin lagi, kok pas mau :)

Jadi dia pilih 1 kaos, terus buat pasangannya aku kasi 2 pilihan. Yang gampang-gampang dulu. 
Yang sudah dijepit gambar apa? Terus di pilihan kaos kaki tadi, mana yang gambarnya sama...terus dijepit. 
Kalau sudah bisa...dikasi pilihan 3 kaos. So far lumayan berhasil...sampai akhirnya dia menemukan keasyikan tersendiri ayun2 talinya (ujung tali satunya diikat ke kaki meja, n barang di atas meja ikutan bunyi :P)

Next time dicoba lagi ^^

Monday, April 16, 2012

Activity: Wheel of Shapes

Seperti biasa...putar otak untuk bikin mainan buat Vino.
Vino itu cepat bosan.
Paling demen main air, pasir, puzzle..bisa tahan lama.
Kalo soal mainan yang home made punya...wah...cuma dibuat mainan bentar..trs perhatiannya teralih.

Ga putus asa...kali ini aku coba bikin Wheel of Shapes! Yaaayyyy (menyemangati diri sendiri...hehehe)
Idenya pas nonton Elmo: Guess That Shapes and Colors..sama pas nonton Tweenes (ya begini ini tontonanku sekarang..bukan DVD drama/action/horror lagi hehe).

Sebenarnya bukan full soal shapes, tapi aku gabung juga sama angka. Gambarnya juga kacau...soalnya Vino yang mewarnai (baca: mencorat coret^^). Jadinya aku tutup pakai warna yang lebih rapi dan gambar diperjelas. Gambar dan peralatan sebelum dikasi ke Vino belum sempat difoto, soalnya pas bikin ini badan lagi gak fit. Males ribet2



Bahan:
  • Karton tebal untuk wheel (aku pakai karton penyekat gelas di kardus aqua)
  • Karton agak tipis (misal dari kalender meja)
  • Spidol snowman
  • Crayon/alat mewarnai lain
  • Kertas putih
  • 2 tusuk gigi
  • 1 sedotan gelas aqua
  • Benang
  • Gunting
  • Lem

Cara
  • Potong karton dan kertas untuk menggambar berbentuk lingkaran
  • Bagi menjadi beberapa juring, pisah antar area dengan spidol
  • Gambar tiap area sesuai kreasi (misal seperti gambar di atas)
  • Potong ujung tusuk gigi supaya tidak berbahaya bagi anak
  • Gabung dengan bentuk menyiku (sorry tidak ada foto jelas). Satukan dengan benang. Atur ketinggian jarum dari tusuk gigi ini. Masukkan ke dalam sedotan, supaya bisa berputar. 
  • Untuk poros berputarnya, potong karton yang agak tipis (misalnya bekas kalender meja), bentuk tabung. 
  • Supaya bisa ditempel di wheel, bagi sisi yang bawah menjadi beberapa bagian. Kemudian lem/isolasi (sorry, no photo also)

Jadi, permainannya begini: di tengah ada jarum (dari tusuk gigi)..kalau diputar nanti berhenti di gambar apa. Misalnya di lingkaran...nanti Vino mesti cari benda yang bentuk lingkaran. Atau kalau berhenti di angka, nanti dia cari benda tertentu sejumlah angka itu.

Prakteknya...bersemangat buat utak utik di awal. Mainan tusuk gigi...akhirnya hilang..huks :(
Kalau ditebaki bisa. Tapi buat mencari benda sesuai petunjuk ogah (lebih tertarik main yang lain).
Haiyaaah...mungkin usia 29 bulan masih terlalu muda untuk mainan seperti inikah??
Coba lagi di lain waktu maybe...SEMANGAT!!! ^^

Friday, March 30, 2012

Activity: Play A I U E O

Sudah beberapa kali mencoba mengenalkan abjad untuk Vino. Kebetulan Vino kan lebih cepat 'nyantol' kalau dia dengar lagu. Kita nyanyi-nyanyi 2-3x sudah mulai ingat dia. Kali ini aku coba lewat lagu AIUEO (bisa didownload di pelanginada.com). Awalnya agak ragu...soalnya huruf baru kenal beberapa saja, sedangkan di situ sudah mulai diajarkan suku kata ba-bi-bu-be-bo, dst. Tapi ternyata Vino senang lagu itu...malah cekikikan..mungkin bagi dia omongan ba-bi-bu-be-bo itu lucu ya :) Yang penting senang dulu deh.

Vino juga suka main puzzle...meskipun puzzle kali ini dia belum bisa main sendiri (lebih kompleks), tapi ternyata puzzle juga bisa dijadikan media untuk mengajari huruf. Yang biasanya dia udah bosen sampai huruf D atau E..kali ini dibuat permainan yang lebih menarik. Kadang dia sendiri yang minta dibuatin puzzle huruf. Hari ini bikin huruf A I U E O sambil nyanyi-nyanyi, malah dia sendiri yang nambah mata, hidung sama mulut dihuruf O. Next time, nyanyi-nyayi lagi sambil bikin huruf yang lain :)

bikin wajah dari huruf O


A I U E O from puzzle

Monday, March 26, 2012

Balita Jadi Pamrih? Beri Penghargaan Positif Bukan Sogokan

Alih-alih segera membereskan mainan, eh balita Anda malah minta upah duluan. Wah, kecil-kecil suka minta bayaran! Coba cek kembali kebiasaan Anda.

Terkadang karena ingin balita segera melakukan apa yang Anda minta, Anda langsung menawarkan sesuatu sebagai upah. Memang ia segera beraksi. Tapi cara itu membuatnya tidak belajar tanggung jawab. Jika berlarut menjadi kebiasaan, ia malah punya posisi kuat untuk selalu memeras Anda.
Kebiasaan kurang baik ini malah membuatnya tak mampu membangun motivasi dari dalam dirinya sendiri. Dia juga tidak belajar berempati dan menolong orang lain tanpa pamrih.

Agar anak tidak pamrih:
  • Hadiah di akhir. Bedakan tujuan Anda memberi hadiah, sebagai penghargaan ataukah untuk menyogoknya. Menyogok berarti Anda menawarkan hadiah sebelum dia melakukan sesuatu yang Anda inginkan. Penghargaan berarti hadiah itu Anda berikan setelah balita menyelesaikan kewajibannya, karena ia mau melakukan sesuatu dengan kesadaran.  
  • Beri alasan, setiap kali Anda memberi penghargaan berupa hadiah maupun pujian. Ini penting untuk memperkaya identitas diri balita. Saat Anda memberi pujian jangan memberi pujian kosong, seperti “Andre pintar deh.” Beri pujian yang membuat anak paham akan perbuatannya. Misalnya, “Andre pintar sekali sudah bisa makan sendiri.”
  • Jangan berlebihan. Hindari melimpahi hadiah bila dia mengerjakan sesuatu yang sudah jadi tanggung jawabnya, misalnya meletakkan sepatu ke tempatnya. Di saat Anda baru memperkenalkan tanggung jawab, Anda memang perlu memberinya hadiah untuk memotivasi anak. Selanjutnya motivasi dalam diri anak harus dibangun tanpa hadiah. Anda bisa berkata, “Rapi ya. Sepatu yang tertata rapi memudahkan kita mengambilnya.”   
  • Sesuaikan dengan perjuangannya. Biarkan balita merasakan kepuasan menerima sesuatu sebanding dengan perjuangan dan usahanya.  Memberikan hadiah sebagai kejutan akan lebih berguna daripada membuat  anak selalu berharap mendapatkan hadiah setiap kali dia melakukan sesuatu. Balita akan lebih terpacu untuk berusaha sendiri.
  • Berikan contoh. Tunjukkan pada anak bahwa Anda mau melakukan sesuatu tanpa pamrih. Misalnya membantu memotong tanaman tetangga yang menjulur ke rumah Anda. Jelaskan pada anak, kita harus saling menolong.  Ucapan terima kasih dari orang yang ditolong merupakan hadiah yang luar bisa.  
  • Konsisten dengan tidak memberinya upah untuk apapun yang memang seharusnya dia lakukan. Misalnya, ia harus mandi, tidur siang atau makan di tempat semestinya.

Ganti Hadiah Anda

Situasi: Anak tak mau mandi.
Dulu: “Kalau kamu mau mandi, nanti ibu belikan es krim.”
Sekarang: Ciptakan suasana mandi yang menyenangkan dengan membawa mainan ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, beri si kecil pujian.
“Hm, wanginya anak ibu.”

Situasi: Anak tidak mau berhenti minum susu dengan botol.
Dulu : "Kalau kamu mau minum susu pakai gelas, nanti kita beli mainan."
Sekarang: Berikan dia papan penghargaan untuk menempel stiker setiap kali dia minum susu dengan gelas. Setelah berhasil selama satu minggu, balita berhak mendapat mainan. 

Tiga hal penting tentang penghargaan untuk anak:
  1. Pujian dan perhatian adalah penghargaan terbaik untuk si kecil.
  2. Pada usia balita, penghargaan harus diberikan saat itu juga, jangan ditunda-tunda.
  3. Anda harus memberi penghargaan dengan tulus.
source: AyahBunda.co.id

Reward or punishment?

Hari ini betul-betul dibikin puyeng sama Vino..eits...salah ya..harus bersyukur dulu, diberi anak sehat yang bisa mengungkapkan keinginannya (meskipun keinginan yang tidak sesuai dengan para orang dewasa). Sedikit-sedikit kalau keinginan tidak dituruti ujung-ujungnya nangis. Menurut buku parenting yang pernah dibaca, kalau anak menangis biarkan dahulu sampai dia tenang baru diajak bicara. Tapi kalau keseringan nangis-lama lagi...males juga dengernya. Gregetan. Kalau pas lagi nangis terus dikasi peringatan dan ditinggal, wah nangisnya tambah ngejer. Cape deeeh.

Warnanya ditumpahkan
Picasso cilik
Hari ini bermain cat air lagi. Sebenarnya agak malas ngasi Vino permainan ini, karena dia diajarin pakai cat air masih belum mau-dalam artian dikasi tau tidak mau mendengarkan. Misalnya sudah ada macam-macam warna, tapi dia masih nggak mau cuci kuas kalau pindah dari 1 warna ke warna lain. Yang ada malah dicampur semua sampai jadi hijau kehitaman terus jadinya main air sama spons yang buat melukis. Well, sebenarnya sampai sini tidak masalah...karena aku sudah siap, kalau main cat pasti kotor n udahlah dia mau ngapain aja. Sempat juga Vino gambar garis bergelombang (versi Vino) trs main tebak-tebakan abjad..sisanya dia asyik berkreasi sendiri pakai spons dan mindah2 air pakai spons hehe...

Sudah kelamaan main, diingatkan buat pipis marah-marah. Nangis2..padahal sebetulnya sudah kebelet. mendekati jam makan  ganti permainan pindah-pindah air dari botol-gelas. Karena waktunya mepet jadi nggak terlalu melayani keinginan dia buat isi air bolak balik...mewek lagi. Disuruh mandi, ribut lagi.........gantian waktunya disuruh mentas...ribut lagi gara2 nggak mau berhenti main air di kamar mandi. Disuruh makan nggak mau, mesti pakai ancaman gak usah lihat TV kalau ga makan. Tidur aja. nangis-nangis lagi. Wis...pokoknya rempong bin menjengkelkan! Capek juga marah2.

Sistem time out juga sudah sering diterapkan, tapi belum terasa manfaatnya. Sejauh ini cuma sorry-sorry tapi pada prakteknya juga terulang lagi. This is absolutely trouble two. Ataukah memang pada usia yang sangat dini seperti ini penerapan disiplin susah ya...tidak semudah di tayangan Nanny 911-dalam 7 hari sudah berbalik menjadi anak yang manis (mungkin proyek yang gagal tidak ditayangkan ya)

Reward cards
Malam in mencoba bikin reward cards. Gambarnya Gigy (boneka kesayangan Vino) sama Lightning McQueen (tokoh Cars) yang lagi nyengir mamerin gigi, supaya Vino lebih rajin sikat gigi,. Jadi, kalau dia berbuat hal yang positif seperti bantuin memasukkan baju ke laci, atau membawakan piring makan ke dapur-dapat Gigy card. tapi kalau nggak nurut, nakal, dll yang jelek-jelek rewardnya diambil. Berapa reward cards yang dikumpulkan bakal dihitung waktu malam. Sudah dijelaskan juga sama dia, kalau mau kartu-kartu itu harus usaha. Nggak asal ngasih.

Testing malam ini (percobaan pertama) berhasil. Masih baru kalii :)
Vino yang bawa tongkat kemana-mana (nggak mau dilepas, padahal kotor) pas diiming2 Gigy card, dengan sukarela ngasih tongkatnya. Padahal tadinya keras kepala banget gak mau ngasih. Sikat gigi masih alesan ini itu, tapi aku kasi reward juga buat menghargai dia mau sikat gigi. Kartunya dia sendiri yang masukkan ke wadah-supaya senang. Berhasil atau tidak? We'll see.

Friday, March 16, 2012

Activity: Menggolongkan

Sudah lumayan lama tidak menulis. Apalagi lagi ga enak body..males nulis. Kangen juga. Sore ini bermain bersama Vino, Gigy (the giraffe) dan Snoopy (the dog). Kita bermain peran dan mengenalkan tentang penggolongan ke Vino.

Snoopy eat orange cookies, Gigy eat green cookies

Ceritanya Gigy dan Snoopy mau makan kue. Gigy mau makan kue yang hijau, Snoopy mau yang orange.
Atau Gigy mau yang orange, Snoopy kue yang selain orange.

Mainnya juga bisa dikombinasi sama menghitung. Ceritanya, pura-pura kue dimasukkan ke lemari es (diselipkan ke rongga d kalender duduk). Terus di-timer. Dihitung sampai angka tertentu, misalnya 7 lalu baru dibagi-bagi ke Gigy sama Snoopy. Jangan dibayangin selancar ini lho...kadang dia juga semau gue hehehe...Besok dicoba lagi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...