Sunday, February 26, 2012

The Power of Hug

Seorang teman di FB menulis di timelinenya: "
Orang bilang anakku sehat+pintar krn di kasih makan bergizi baik, kayaknya bukan krn itu, tp krn di peluk, cium, elus setiap dia bangun & mau tidur, itu yg bikin dia sehat+pintar....:)"
Ini jadi semacam 'reminder' untukku. Beberapa waktu lalu pernah membaca artikel soal pelukan ini..dan kucoba mempraktekkan. Paling nggak, bangun tidur aku peluk dia, tapi kemudian berangsur-angsur lupa lagi-dengan alasan kalau pagi lagi ribet. Halah!. Kalau anak nakal lebih suka ditegur/dimarahi. Mulai saat ini harus ada improvement! Butuh penyadaran diri setiap saat. Mumpung masih kecil, mumpung masih mau dipeluk, dicium atau dibelai :)


Sebuah penelitian ilmiah tentang pelukan menyarankan jumlah pelukan berdasarkan kebutuhan setiap manusia:
  •   4 pelukan per hari, hanya untuk bertahan(survival) dengan tingkatan emosi minimal
  •    8 pelukan per hari untuk menjaga tingkatan emosiyang kuat pada diri seseorang
  •   12 pelukan per hari untuk bertumbuh dan menjad imanusia yang lebih baik
Wow, ternyata tidak ada batas atas sama sekali untuk jumlah pelukan yang bisa kita berikan dan terima setiap harinya! Semakin banyak, semakin baik. Ingat, the best things in life are free!
 
Penelitian terkini mengungkapkan adanya hubungan yang positif antara pelukan dan emosi positif. Para psikolog anak juga menekankan pelukan orang tua sebagai elemen berharga dalam perkembangan nilai-nilai hidup yang positif pada anak. Anak yang sering dipeluk oleh orang tuanya menjadi lebih komunikatif dan pengasih, tidak hanya kepada orangtuanya, tapi juga terhadap orang lain. Hal ini disebabkan karena pelukan adalah suatu bentuk ucapan syukur, penghargaan dan pengakuan orang tua terhadap anak.
Sebuah pelukan tidak memerlukan biaya sama sekali (modalnya hanya niat dan cinta). Mengapa kita harus pelit untuk melakukan sesuatu yang baik bagi kita sendiri (dan anak)? Tidak membutuhkan keahlian dan peralatan khusus untuk dilakukan (nggak perlu ikut seminar parenting, nggak perlu jadi member). Portabel, karena bisa diberikan kapan aja, dimana saja (nggak perlu simpanan khusus ataupun dibawa-bawa). Serunya lagi, sebuah pelukan sifatnya timbal balik, di saat kita memberikannya, kita juga menerimanya.

Selain pelukan, bentuk perwujudan cinta kasih kita kepada si kecil juga bisa lewat sentuhan, elusan, ciuman  atau kata-kata positif. Berikut ini cuplikan dari artikel di AyahBunda:

Pelukan, sentuhan dan ciuman sebagai wujud cinta, penting untuk mematangkan otak dan menciptakan hubungan antarsinap syaraf otak bayi.

Hormon “Ingin Selalu Kontak.” Oksitosin dikatakan sebagai hormon cinta karena menciptakan perasaan keterikatan dan membentuk hubungan dengan orang lain. Hormon ini dilepaskan saat menyusui, memeluk dan orgasme. Dalam penelitian awal yang dikemukakan dalam Journal Psychiatry, oksitosin dihubungkan dengan kemampuan untuk mempertahankan hubungan interpersonal. Hormon ini menciptakan keinginan untuk melakukan kontak lebih lanjut dengan orang yang dicintai dan setiap pertemuan selanjutnya akan memicu keluarnya hormon oksitosin sehingga Anda selalu diliputi rasa cinta. Penelitian oleh Universitas Sydney juga menemukan oksitosin memperkuat memori terhadap hal-hal baik.

Buktikan cinta Anda. Jangan hanya berdiam diri memendam perasaan. Ungkapkan cinta Anda pada anak, terlebih saat ia sudah bisa bicara. Kata-kata cinta harus diucapkan berulang kali, dan Anda tak boleh bosan bila anak berulang kali bertanya, “Ayah sayang aku nggak? Ibu sayang nggak sama aku?” Anak-anak usia ini senang mendapat ungkapan cinta Anda:
  • Peluk. “Mau peluk ibu dulu!” Seberapa sering anak Anda minta dipeluk? Saat sedih ia minta dipeluk. Saat hendak berpisah dengan Anda, ia juga minta dipeluk. Pelukan juga ampuh untuk menghentikan tantrum. Dari pelukan, ia bisa merasakan cinta Anda. Untuk anak laki-laki, mungkin Anda perlu bertanya lebih dahulu, “Maukah dipeluk Ibu?” Jangan sedih bila jagoan Anda menolak. Mungkin ada temannya sedang bermain di rumah Anda.  
  • Cium. Kebiasaan Anda yang satu ini memang sulit dihilangkan. Sejak anak masih bayi, Anda sudah jutaan kali mendaratkan kecupan gemas di pipi atau kecupan sayang di keningnya. Ciuman itu bukti rasa sayang. Tapi, hindari memberikan ciuman sesudah anak melakukan kesalahan karena ia akan mengartikan ciuman Anda sebagai dukungan atas kesalahannya.  
  • Belai. Sama dengan memeluk dan mencium, membelai juga untuk mengungkapkan rasa sayang, memberi rasa aman, memberi dorongan dan empati. Belai kepalanya atau usap-usap tangan, kaki, atau pundak. Saat anak sedang sedih, kesal, atau takut, jadikan belaian menjadi cara untuk membuatnya tenang sekaligus tegar.  
  • Bergandengan tangan menyusuri jalan menuju mini market bersama anak, merupakan bahasa cinta bahwa Anda peduli akan keselamatannya. Bila dia bertanya mengapa Anda selalu menggandengnya, katakan bahwa Anda sayang padanya dan ingin agar ia aman.
  • Ucapkan kata cinta langsung dengan kalimat, “Ibu sayang kamu”, “Ibu cinta kamu.”  Ungkapan secara verbal ditangkap dengan mudah oleh anak bahwa Anda begitu menyayangi dan mencintai dia. Perlahan, ia akan belajar mengungkapkan kata cinta atau sayang pada orang yang dia sayangi.
  • Memuji, mampu memberikan motivasi dan harapan bagi anak dalam proses perkembangannya. Saat Anda mengatakan, “Ibu bangga sama kamu karena mau membantu ibu. Ibu semakin sayang sama kamu,” anak merekam pujian Anda dan ia menemukan ungkapan rasa sayang pada dirinya.
So, sudahkah Anda memeluk si kecil hari ini??

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...