Friday, January 6, 2012

Mengapa Anjing Benci Kucing?

Oleh :  

Suatu hari, anjing dan kucing sedang berjalan jalan di teoi hutan.
Sedang asyik mereka berjalan jalan, tiba tiba mereka melihat seekor monyet yang sedang memanjat sebuah pohon.
Si Anjing berkata “guk…guk..guk……..lihat lah, betapa lincahnya monyet itu memanjatpohon! Aku ingin sekali bisa memanjat seperti dia!”.
Si kucing dengan heran memandang kepada anjing seraya berkata “ meong …meong….
xi…xii… Mana mungkin kamu bisa memanjat pohon. Kamu kan tidak punya cakar yang kuat!
Kita berdua ini, sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk hanya bisa berjalan di atas tanah”

Merekapun kemudian bersepakat untuk meminta kepada Tuhan agar diberikan cakar yang kuat sehingga bisa memanjat seperti monyet. Tapi karena Tuhan hanya bisa memberikan kekuatan kepada salah satu diantara mereka, akhirnya anjing dan kucing sepakat untuk berlomba lari secepat mungkin ke rumah Tuhan.

“Hai kucing…saya tantang kamu untuk lomba lari ke rumah Tuhan besok pagi. Siapa yang lebih duluan sampai, maka dialah yang bisa diberi kekuatan cakar utk memanjat pohon” Anjing merasa dirinya yang akan lebih cepat sampai ke rumah Tuhan, karena larinya lebih kencang dari si kucing.
Karena kucing ingin bisa memanjat pohon, maka dia menerima tantangan tersebut. “meong …..meong…heemmm siapa takut! , aku terima tantanganmu. Besok tepat pukul 6 pagi kita mulai lombanya”

Nah… si anjing ternyata mempunyai sebuah rencana yang hebat agar dia bisa menjadi juara dalam lomba tersebut. Dia tahu bahwa si kucing suka dengan semangkuk susu. Maka dia berencana akan menaruh mangkuk susu di tepi jalan menuju rumah Tuhan.

“Aku akan meletakkan mangkuk susu yang lezat ini di tepi jalan, sehingga si kucing akan
berhenti untuk meminum susu ini…hemmm yummy sekali susu ini! Pasti si kucing akan suka dan lupa dengan lomba lari ke rumah Tuhan. He…he…he…”
Namun si kucing ternyata juga memiliki sebuah rencana yang tak kalah hebat dengan si anjing. Dia tahu kalo anjing suka sekali dengan tulang. Maka di kucing juga akan meletakkan sebatang tulang yang sangat lesat di tepi jalan.

Malam harinya, si kucing mulai menjalankan aksinya.“meong…. aku letakkan di sini saja
tulang ini. Besok pasti si anjing akan memakan tulang ini dengan asyikya.” Setelah
meletakkan tulang, maka si kucing pulang ke rumah dan tidur. Sebelum tidur, tak lupa dia menyetel alarm agar tidak terlambat bangun pada pukul 6 pagi.
Sementara itu di tempat lain, si anjing juga sedang meletakkan semangkuk susu di tepi jalan. “guk..guk.. aku letakkan saja di sini susu yang sangat lesat ini, besok pasti si kucing akan berhenti dan minum susu yang sangat lesaaatt ini.” Lalu si anjing pulang kerumahnya. Tetapi sesampainya di rumah, si anjing tidak langsung tidur. Tapi dia malah nonton teve sampai tengah malam.

Pagi harinya si kucing terbangun karena alarmnya berbunyi. “ kring..kring………./kring..kring…….
/kring..kring….. “ huamm … “oh…. rupanya sudah pagi ya! “ Aku sarapan dulu pagi ini dengan semangkuk susu yang sangat lesaat…” Dengan lahap si kucing mulai meminum susu tersebut…………”slurp…slurp…. “ si kucing meminum susu tersebut sampai habis! Dan kemudian menuju ke tempat lomba lari.

Sementara itu, si anjing masih tertidur dengan pulasnya karena menonton tv sampai larut malam. Suara ngorok “ ngoookkk…ngooook..ngrokk….! Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan si anjing masih belum bangun dari tidurnya.
“Tok…tok…..tok…. 2x“ Hey..bangun…! bangun..! bangun..! hari sudah siang dan waktunya untuk lomba lari” Teriak si kucing membangunkan anjing. Karena kaget, si anjing pun terbangun . Sambil mengusap matanya yang masih merah dia berkata” Wah…. saya telat bangun rupanya!” kata anjing.
“Iya.. ayo kita segera mulai perlombaan lari menuju rumah Tuhan . Merekapun berdua segera menuju ke lapangan tempat perlombaan. Di sana sudah banyak binatang-binatang lain yang menunggu perlombaan tersebut.
Kita hitung sama-sama… satu…dua ….tiga…..
Anjing dan kucing segera berlari secepatnya menuju ke rumah Tuhan. Namun ketika sedang berlari, si kucing melihat semangkuk susu yang sangat lesat di tepi jalan. “wow…apaan tuh!!… sepertinya susu itu sangat enak dan lesat untuk diminum!” Tapi karena dia sudah sarapan tadi pagi, maka dia terus berlari tanpa memperdulikan semangkuk susu tersebut.

Sedangkan si anjing, dia langsung berhenti ketika melihat sebuah tulang di tepi jalan. “ guk..guk..guk… wah… ada tulang yang sangat lesat tuh! Sayang kalo tidak dimakan!” Si anjing berhenti lari dan mulai makan tulang tersebut dengan asyiknya.
Akhirnya si kucing berhasil sampai terlebih dahulu di rumah Tuhan. Lalu Tuhan memberikan kekuatan cakar yang hebat sehingga si kucing bisa memanjat pohon seperti si monyet. Sedangkan si anjing yang masih asyik dengan tulangnya tidak dapat menyelesaikan lomba dan Tuhan tidak memberikan kekuatan seperti yang dimiliki oleh si kucing.


Nah hal itulah yang membuat sampai sekarang anjing dan kucing tidak pernah rukun, karena si anjing merasa ditipu oleh siasat si kucing.

source : indonesiabercerita.org

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...